Header Ads


Nailatul Amal memulai usaha pembuatan tas motif ini sejak 2006 lalu



BUKU USAHANailatul Amal memulai usaha pembuatan tas motif ini sejak 2006 lalu. Saat itu ia membuat tas dalam jumlah hitungan jari. Namun kini ia sudah berhasil membuat ribuan tas dalam satu bulan.


Dalam menjalankan bisnis, ia menceritakan ada saja kendala yang dihadapi, mulai dari rugi hingga dagangannya kurang laku. Namun kini, Nailatul boleh berbangga, pasalnya tas-tas buatannya sudah masuk ke pasar Amerika Serikat (AS), Eropa, Singapura, Malaysia dan Brunei Darussalam.



"Kami sudah mulai ekspor tas-tas ini ke Amerika sampai Brunei Darussalam. Pasar di sana sangat menyukai tas motif yang kami buat," kata Nailatul saat ditemui detikFinance di Pameran Karya Kreatif Indonesia di JCC Senayan, Jakarta, seperti ditulis Sabtu (21/7/2018).

Dia menjelaskan setiap bulannya ia bisa memproduksi sekitar 3.000 buah tas baik untuk dipasarkan di dalam negeri maupun luar negeri. Jenis tas berbagai model mulai dari tas jinjing hingga koper.


Dia menjelaskan untuk pasar ekspor AS paling banyak meminta kiriman tas motif buatannya. "Di Amerika itu banyak sekali yang minta, Alhamdulillah permintaan besar. Bu Iriana Jokowi juga pernah beli tas dan kain di sini tahun lalu, saya senang," ujarnya.


Untuk pasar Amerika lebih menyukai tas berukuran besar dan dompet. Kemudian pasar Inggris paling banyak permintaan untuk koper.



Harga tas yang dibanderol mulai dari Rp 50.000 untuk tas jinjing kecil, kemudian untuk tas besar dan koper Rp 500.000 sampai Rp 1 juta.



Omzet per bulan yang dikantongi Nailatul mencapai Rp 150 juta hingga Rp 400 juta. Paling ramai biasanya pasar luar negeri saat musim liburan seperti natal, tahun baru, Valentine hingga Paskah.



Saat ini Nailatul sudah bisa membuka lapangan pekerjaan untuk 200 orang pegawai. Mulai dari penjahitan sampai perakitan di lakukan di Lhokseumawe.



Nailatul menjelaskan, saat ini penguatan dolar AS merupakan berkah tersendiri baginya. "Senang juga ya seperti ada berkah dibalik penguatan dolar AS karena harganya jadi naik," kata dia.





Menurut dia, jika tak ada kenaikan nilai tukar dolar AS Nailatul menjual dengan strategi biasa tanpa promosi. Dia mengutamakan kualitas desain dan pelayanan.



Biasanya jika ada pameran di luar negeri, Nailatul selalu menitipkan barang untuk bisa dijual. Menurut dia ini dilakukan untuk membuka peluang ekspor di negara tersebut.



"Sambil menyiapkan kapasitas perusahaan dulu. Kalau sekarang memang belum terjangkau untuk membuka pasar ekspor yang lebih luas. Tapi rencana kami memang ingin membuka pasar seluas mungkin," ujarnya.

Ditemui di tempat yang sama, Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe Yufrizal menjelaskan untuk memajukan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) BI memberikan pelatihan untuk desain pada Nailatul. 



"Kami berikan pelatihan desain karena supaya mereka paham cara membuka pasar untuk ekspor bagaimana membuat model," ujarnya.



Kemudian BI juga memberikan pelatihan soft skill bagaimana untuk mengelola keuangan. Jadi jangan sampai pelaku usaha salah mengelola keuangan. 



"Kami juga meminta mereka untuk melakukan pencatatan keuangan karena bank kan kalau memberikan kredit harus memeriksa pencatatannya," kata dia. (ara/ara)

Sumber:https://finance.detik.com/solusiukm/d-4125960/jual-tas-motif-hingga-ke-as-wanita-ini-kantongi-rp-400-juta

No comments

Powered by Blogger.